Outdoor
Fashion
Life-Style
Food

Latest Stories

Membuat pakaian lama menjadi baru

Banyak mode pakaian lama yang sudah tidak begitu trend, kita simpan begitu saja di lemari pakaian, atau pakaian yang sudah kekecilan atau sebaliknya. Padahal pakaian seperti itu dapat kita ciptakan menjadi sebuah trend baru yang tidak kalah mecingnya dengan trend-trend sekarang.
Misal celana jeans, kalo sudah kekecilan di bagian paha atau pinggul, atau trend nya sudah jadul, kita bisa rombak menjadi sebuah rok, hanya dengan memotong atau  membuka jahitan serta menambahkan beberapa potongan kain di samping kiri, depan dan belakang celana... gampang kan? 
Begitupun dengan atasan, kalo trend nya jadul atau kita merasa bosan dengan trend kerah, kita bisa buang kerahnya, kemudian kasih berbagai asesoris seperti renda, atau bisa juga di teci ( melihat struktur kain )

ALAT JAHIT DAN PENGGUNAANNYA

a. Mesin Jahit

b. Macam-macam gunting dan alat pemotong

Alat potong dalam jahit menjahit ada bermacam-macam dengan fungsi yang berbeda-beda pula seperti: gunting kain yaitu gunting yang digunakan untuk menggunting kain, gunting zig zag , gunting rumah kancing, gunting bordir, gunting tiras, gunting listrik, gunting benang jelujur, alat pembuka jahit/pendedel.
Gunting kain paling banyak digunakan sedangkan yang lainnya hanya sesuai dengan keperluan, gunting harus tajam, untuk menguji ketajaman gunting dengan cara menggunting perca pada bahagian seluruh mata gunting jika bekas guntingan pada perca tidak berbulu berarti gunting itu cukup tajam untuk kain.

c. Alat ukur
Untuk proses pembuatan pakaian mulai dari persiapan pola sampai penyelesaian diperlukan beberapa alat ukur, yang penggunaan alat ini berbeda sesuai fungsinya. Ketelitian dalam mengukur sangat memberikan sumbangan untuk memperoleh hasil yg berkualitas,. Saat mengukur haruslah diusahakan setepat mungkin.
Pita ukuran dalam perdagangan ada yang terbuat dari plastik, kain, dan kertas, pita ukuran yang terbuat dari kertas mudah robek. Garis-garis dan angka-angka pita ukuran harus dicetak terang pada kedua sisinya, logam yang menjepit ujung pita harus rapi. Mistar dapat terbuat dari kayu, aluminium dan plastik, alat pengukur panjang rok dapat distel dan alat ini lengkap dengan alat penyemprot, sebelumnya juga dapat dilakukan dengan centi meter (pita ukuran) kemudian ditandai dengan jarum pentul ini sekarang masih banyak dipakai karena masih praktis terutama bagi orang-orang yang sudah terampil.

d. Meja kerja dan alat tulis
Meja kerja dan alat tulis terutama diperlukan pada waktu menyiapkan pola dan memotong bahan. Meja kerja terbuat dari kayu dengan ukuran tinggi 75 cm lebar minimal 75 cm serta panjang minimal 120 cm Adapun syarat meja kerja untuk jahit menjahit adalah: kokoh dan kuat, permukaan daun meja harus datar dan licin, tidak miring, rata dan rapi, agar tidak merusak bahan. Alat tulis menulis terdiri dari pensil, pensil merah biru, buku catatan ukuran untuk menerima pesanan bisa juga diganti dengan kartu ukuran yang terdapat didalam buku, yang terdiri dari:
1) daftar ukuran
2) gambar model
3) contoh bahan
4) catatan perlengkapan tambahan
5) nama pemesan dan nomor telpon
6) tanggal dibuat dan tanggal siap
7) dsb

e. Jarum
Jarum-jarum mempunyai nomor menurut besarnya. Pemilihan nomor jarum harus disesuaikan dengan bahan yang akan dijahit. Pada umumnya syarat macam-macam jarum adalah ujungnya cukup tajam bentuknya ramping dan tidak berkarat. Dalam jahit menjahit perlengkapan menyemat dan jarum terdiri atas jarum jahit mesin jarum tangan, jarum pentul, pengait benang dan tempat penyimpan jarum. Jarum mesin yang baik terbuat dari baja ujung tajam agar bahan yang dijahit tidak rusak.
Jarum tangan sama yaitu terbuat dari baja mempunyai tingkatan nomor, jarum tangan yang baik panjang dan ramping. Jarum jahit tangan digunakan untuk menghias menyisip dan menjelujur. Jarum pentul yang baik juga terbuat dari baja panjang 2,5 cm sampai 3 cm. jarum pentul yang berkepala dengan warna bermacam-macam itulah yang tajam.
Pengait benang digunakan untuk pengait benang kelubang jarum.
Alat ini sangat berguna bagi mengalami kesulitan dalam memasukkan benang ke lubang jarum karma penglihatan yang kuran tajam.

f. Tempat menyimpan jarum
Tempat menyimpan jarum-jarum digunakan kotak atau bantalan jarum, jarum pentul atau jarum mesin disematkan pada bantalan jarum.

g. Perlengkapan memampat
Perlengkapan memampat atau mempress diperlukan untuk memampat kampuh kampuh lengan dan bagian lainya ketika menjahit pakaian agar hasil jahitan lebih rapi. Sebenarnya keberhasilan dalam menjahit adalah menekan disaat proses menjahit. Perlakuan yang cermat dan hati-hati selama tahapan pembuatan akan menghasilkan busana yang tampak indah dan hanya membutuhkan sentuhan ringan sewaktu penyelesaian anda akan temukan bahwa lebih cepat dan lebih mudah ditemukan pada unit-unit begitu anda menjahitnya misalnya tekanlah semua bentuk-bentuk atau penutup kantong dan lainnya.

h. Boneka jahit (dressform)
Boneka jahit memakai standar dan dapat distel tingginya dan besarnya. Boneka jahit hendaklah disemat dengan jarum pentul memudahkan memulir jadi sebaiknya bagian luar boneka bahan katun atau kaos yang polos. Didalamnya dilapisi dengan spoons sebagai dasar bahan polos. Boneka jahit mempunyai bermacam-macam ukuran S, M, L dan XL juga tersedia boneka untuk wanita, pria dan anak-anak, ada juga boneka jahit tersedia dalam ukuran skala 1:2 atau 3:4.

Sumber:
http://mode.okrek.com/281-alat-jahit-dan-penggunaannya

Membuat POLA DASAR Pakaian





















SISTEM SEDERHANA

SKALA 1/4
Bagi anda yang ingin belajar untuk menjahit baju sendiri dan tidak punya waktu untuk mengikuti kursus menjahit, maka berikut ini adalah langkah-langkah untuk menggambar pola dasar pakaian wanita sistem sederhana yang dapat anda gunakan. Untuk para pemula dalam bidang jahit menjahit sistem membuat pola dasar sederhana ini akan memudahkan anda dalam mempelajari langkah demi langkah pembuatannya.
Gambar dibawah ini menggunakan ukuran badan saya, sementara jika ukuran badan anda lebih besar atau lebih kecil dari ini maka anda tinggal menyesuaikan sesuai ukuran badan anda.
  
UKURAN: 
  1. Lingkar Leher = 36 cm
  2. Lingkar Badan = 88 cm
  3. Lingkar pinggang = 60 cm
  4. Panjang Muka = 30 cm
  5. Lebar Muka = 31 cm
  6. Tinggi Dada = 14 cm
  7. Panjang Sisi = 17 cm
  8. Panjang Bahu = 12 cm
  9. Lebar Punggung = 33 cm
  10. Panjang Punggung = 36 cm
  11. Jarak Dada = 17 cm


KETERANGAN POLA BADAN MUKA:

 A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm
B – C = Panjang Muka
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada


KETERANGAN POLA BADAN BELAKANG:
 A – B = 1,5 – 2 cm
B – C = Panjang punggung
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1 cm 
A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi 


TIPS BAGI YANG MALAS MEMBUAT POLA :

Dan jika dengan sistem sederhana anda masih juga males untuk membuat pola dasar baju sendiri, maka berikut trik yang bisa gunakan :

  • Carilah baju anda yang sudah tidak terpakai lagi tapi masih pas dibadan, mungkin baju ini tidak anda pakai lagi karena terkena noda atau warnanya yang sudah pudar 
  • Ambil silet dan bukalah jahitannya, tapi jangan semuanya melainkan hanya separuh saja, ya separuh bagian muka dan separuh bagian belakang, satu lengan dan kerah. Sedangkan separuh bagian yang lain biarkan masih terjahit seperti aslinya, gunanya adalah untuk referensi kita pada saat kita menjahit pakian yang baru. Jika kita mengalami kebingungan bagian-bagian mana yang harus kita jahit serta bagaimana cara menjahit sakunya atau lengannya, tinggal kita lihat deh.
  • Seterika potongan potongan kain yang sudah terlepas jahitannya tadi sampai bagian bekas jahitan rata dan rapi.
     
  • Tempelkan potongan kain yang sudah diseterika rapi diatas kertas koran dan gambarlah koran tadi mengikuti pinggir potongan kain dengan spidol. Nah Jadi deh pola baju yang sudah siap untuk kita gunakan.


POLA DASAR LENGAN





















    Ukuran Yang Diperlukan

    1). Lingkar kerung lengan = 40cm (diukur dari pola badan)
    2). Tinggi puncak lengan = 12 cm
    3). Panjang lengan = 24 cm 
     
    Keterangan pola lengan

    Menggambar pola lengan dimulai dai titik A yang merupakan puncak lengan.

    A - B = panjang lengan.
    A - C = ukuran tinggi puncak lengan, buat garis sampai ke titik D dan E, setelah diukur dari titik A ½ lingkar kerung lengan yang ukurannya bertemu dengan garis dari tititk C.

    Buat garis putus-putus (garis bantu) dari A ke D dan dari A ke E.
    Garis bantu dari A ke D dan A ke E dibagi tiga. 1/3 dari A ke D
    diberi titik A1 dan dari A ke E dinamakan titik A2.

    A1 - A4 = A2 - A3 = 1,5 cm.
    Titik D1 = 1/3 D - A
    D ke D1 dibagi dua dinamakan titik D2.
    D2 - D3 = 0,5 cm.

    Hubungkan A dengan A4 dengan D1, D3 dan D seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).
    Hubungkan A dengan A3 dan E seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang).

    G - G1 = E1 - E2 = 1,5 cm.

    Hubungkan E dengan E2 (sisi lengan bagian belakang), dan D dengan G seperti gambar (sisi lengan bagian muka)


    POLA DASAR ROK























    Keterangan pola rok muka

    Menggambar pola rok dimulai dari titik A.
    A - B = panjang rok.
    A - C = tinggi panggul.
    A - A1 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm ( 3 cm untuk besar lipit kup, 1 cm untuk membedakan ukuran pola muka degan pola belakang).
    A1 - A2 = 1,5 cm.
    Hubungkan A dengan A1 seperti gambar (garis pinggang).
    A - D = 1/10 lingkar pinggang.
    D - D1 = 3 cm.
    Pada garis tengah antara D dan D1 dibuat garis lurus sampai batas garis C dengan C1(garis panggul).
    D - D1 = 12 cm.
    C - C1 = ¼ lingkar panggul ditambah 1 cm.
    B - B1 = C - C1.
    B1 - B2 = 3 cm.
    B2 - B3 = 1,5 cm.
    Hubungkan A1 dengan C1 membentuk garis pinggul dan dari C1 ke B3.
    Hubungkan B dengan B3 seperti gambar (garis bawah rok).

    Keterangan pola rok belakang
    Menggambar pola rok bagian belakang sama dengan cara meggambar pola rok bagian muka. Bedanya hanya terletak pada ukuran lingkar pinggang dan lingkar panggul. Ukuran lingkar pinggang dan ukuran lingkar panggul pola bagian muka lebih besar 2 cm dari pada pola bagian belakang.
    Tetapi bentuk garis sisi, garis pinggang dan garis bawah rok sama dengan pola rok bagian muka. Untuk itu maka pola rok bagian belakang dibuat dari pola rok bagian muka. Untuk membedakannya cukup dengan memindahkan garis tengah muka sebesar 2 cm dengan cara mengukur dari A ke E sama dengan dari B ke F yaitu 2 cm, hubungkan titik E dengan F dengan garis lurus (garis tengah belakang).

    Jika ingin memiliki pola bagian muka dan pola bagian belakang pada kertas yang berbeda, sebaiknya salah satu dari pola rok dipindahkan. Sebaiknya pola yang dipindahkan itu adalah pola bagian belakang, dengan demikian pada pola rok bagian muka juga terdapat pola bagian belakang. Didalam memindahkan pola perlu diperhatikan garis tengah belakang pola mesti dalam posisi lurus, garis pinggang dan garis sisi rok bentuknya mesti sama dengan yang asli.


    POLA DASAR CELANA























    CARA MENGAMBIL UKURAN :
    • Lingkar Pinggang, diukur pas sekeliling pinggang
    • Lingkar pesak, diukur dari batas pinggang belakang, melalui selangkangan menuju garis pinggang bagian muka.
    • Tinggi duduk, diukur dari pinggang sampai batas panggul terbesar  pada bagian belakang (dalam posisi duduk)
    • Lingkar Panggul, diukur melingkar pada pinggul yang paling lebar  secara horizontal ditambah 4 cm.
    • Panjang celana, diukur dari pinggang sampai batas mata kaki  (sesuai dengan model)
    • Lingkar ujung kaki, Diukur sekeliling ujung kaki celana sesuai dengan ukuran yang  diinginkan
    • Lingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar
    KETERANGAN  POLA CELANA BAGIAN MUKA 
    A - B = panjang celana.1
    A - C = 1 /3 lingkar pesak dibagi 3 ditambah 4 cm. 
    C - D = C - E - ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm. 
    E - D1 = 4 cm tarik garis lurus sampai garis pinggang namakan titik H. 
    H - G = lingkar pinggang dibagi 4 ditambah 2 cm. 
    A - F = panjang lutut. 
    F - F1 = F - F2 = ½ lingkar lutut. 
    B - B1 = B - B2 = ½ lingkar kaki celana. 
    G - I = 3 cm. 
    G - j = 12 cm. 
    Hubungkan I dengan j seperti gambar saku  sisi celana. 
    Hubungkan H dengan E seperti gambar ( pesak celana bagian muka). 
    Hubungkan E dengan F2 terus ke titik B2, seperti gambar (garis sisi celana). 
    Hubungkan G dengan D membentuk garis panggul, terus ke titik B1 melalui titik F1 seperti gambar (sisi celana).

    KETERANGAN POLA CELANA BAGIAN BELAKANG

    Pola celana bagian belakang digambar berdasarkan pola celana bagian muka, untuk itu pindahkan pola celana bagian muka dengan cara menjiblak sekaligus memindahkan tanda-tanda pola seperti titik
    E, F2 dan B2.
    E - E1 = 8 cm. 
    F2 - F3 = 4 cm. 
    B2 - B3 = 4 cm. 
    Hubungkan titik E1 dengan F3 terus ketitik B3 seperti gambar (garis sisi celana bagian belakang). 
    G - G1 = 4 cm. 
    H - H1 = 3 cm. 
    G1 - H1 = 1 /4 lingkar pinggang dibagi  ditambah 4 cm. 
    E1 - E2 = 1 cm, 
    Hubungkan H1 dengan E1 seperti gambar (pesak celana bagian belakang). 
    D - J = 5  cm.  
    J - J1 ditambah J - J2 = ½ ukuran lingkar panggul 

    Sumber:
    http://anaarisanti.blogspot.com/2010/03/pola-dasar-badan-wanita-dewasa.html

    Siluet Pakaian

    Dalam berpakaian perlu di perhatikan SILUET (bentuk) busana itu sendiri.

    Berikut macam SILUET versi gaun pengantin.
    • Ball Gown 












    Siluet ini cocok untuk kamu yang memiliki minimal tinggi rata-rata. Sebaliknya, jika kamu bertubuh mungil, kamu akan terlihat tenggelam bila mengenakan siluet ini.
    • A-Line












    Pilihan ini sangat “aman” untuk segala jenis bentuk tubuh dan material kain. Modelnya pun klasik dan everlasting. Kalau kamu ingin mewariskannya ke adik, sepupu atau keponakan, mereka dapat me-restyle-nya dengan mudah.
    • Empire












    Model ala perempuan Perancis tempo dulu ini menonjolkan bagian dada. Sehingga lebih cocok untuk mereka yang berdada kecil dan tidak terlalu “busty”.
    • Seath












    Ketat dan menonjolkan bentuk tubuh, itulah model “seath” ini. Oleh karena itu, model ini kurang cocok buat kamu yang bertubuh besar di bawah dan kecil di atas, ataupun sebaliknya. Kalau kamu bertubuh mungil dan proporsional sih oke oke aja …
    • Trumpet












    Model ini mungkin salah satu yang paling banyak digemari. Selain memberi kesan melangsingkan, dengan model ini kamu pun ga usah khawatir akan kesulitan berjalan! :)
    • Short












    Gaun pengantin selutut mungkin jarang ditemui di Indonesia. Tetapi bisa saja menjadi pilihanmu kalau kamu ingin menyelenggarakan pesta pernikahan yang informal dan santai.

    Sumber:
    http://myweddingproject.wordpress.com/2010/05/06/pilih-siluet-baju-pengantinmu/

    Bentuk Tubuh Perempuan


    Bentuk Tubuh Perempuan
    Kalian tau ternyata ada beberapa jenis dan tipe badan manusia yang harus kita ketahui dan kenal. 
    Berikut tipe – tipe tersebut :

    TIPE KUDA
    Menurut penggolongan ini, pria maupun wanita yang termasuk dalam tipe kuda adalah mereka yang berotot bagus, berbadan tinggi besar dengan proporsi ideal,  berat badan yang pas, dan kondisi fisiknya sehat serta bugar. Pada pria, biasanya terlihat macho dan atletis. Sementara yang wanita umumnya bahenol dengan buah dada penuh berisi, dan pinggang ramping namun panggul besar.
    Ciri lainnya bisa dikaitkan dengan tabiat atau kehidupan emosional kuda yang keras dan sulit dikendalikan. Sementara aspek libidonya yang tinggi bisa dilihat dari kebiasaannya yang mengarah pada hal-hal berbau seks. Misal, baru bertemu beberapa kali saja sudah berani meraba-raba.

    TIPE SAPI
    Pada tipe sapi atau lembu, pria maupun wanitanya bertubuh gembur dan subur alias “dihiasi” kelebihan atau memiliki berat badan yang besar serta lemak di sana-sini. Dari tabiatnya, sapi biasanya lebih kalem dan tak menggebu-gebu, yang konon merupakan cerminan dari gairah seksualnya yang adem ayem. Gerak-geriknya serba lamban hingga bisa diduga, dalam urusan ranjang mereka butuh perangsangan lebih bervariasi dan pemanasan lebih lama.

    TIPE KAMBING
    Lain lagi yang tipe kambing, umumnya berukuran tubuh rata-rata; tak terlalu gemuk ataupun kurus, tak pula kelewat pendek maupun tinggi. Baik kondisi fisik, emosional, maupun pola seksualnya terbilang normal alias biasa-biasa saja; enggak kelewat menggebu, tapi juga enggak terkesan dingin. Mereka juga tak butuh pemanasan lama atau teknik berbelit.

    TIPE KELINCI
    Kalau tipe kelinci, bentuk tubuhnya kecil mungil, baik pria maupun wanita. Penampilannya imut-imut dalam arti menggemaskan seperti layaknya anak kecil. Namun dari aspek gerak, mereka terbilang gesit dan “mengundang”. Dalam urusan seks gampang terangsang namun gampang pula menyudahinya. Sementara dari aspek emosional, tipe ini lebih fleksibel.



    ITALIAN Fashion School - with On-Line Fashion Design Courses

     


    Contoh Sketsa BUSANA